RESAHNYA
HATI YANG TAK KUNJUNG HENTI DAN SULIT DIMENGERTI
Saat
hati resah yang sulit dipahami apa penyebabnya...
Namun
tersedar diri ini bahwa apa yang terjadi didunia ini pasti ada sebabnya daun
jatuh dari pohonya pun ada sebabnya ,kerana terpaan angin yang membuatnya
terjatuh,air bisa mendidih karena pengaruh tekanan dan suhu,bunglon bisa
berubah warna karena ingin melindungi diri dari serangan musuh yang hendak
memangsanya.Sama halnya dengan hati resah pasti ada penyebanya,namun realita
yang terjadi pipi ini sering di basahi oleh tetesan air mata yang tak kunjung
usai dan tak mengerti apa yang menyebkan air mata hadir dalam hidup ini....
Rintihan
hati ini kian pasti ,rasa resah yang tak kunjung henti ...
Tuhan
apa yang membuat hati ini kian resah dan tak berujung,apakah karena ‘dia’,dia
siapa ?siapakah gerangan sosok dia ?hati ini telah mengenalnya cukup lama tentang
dia,hingga rasa itu pun hadir bersama sang senja tiba di ufuk sana.Sebagai
layaknya seorang wanita biasa pernah nyaman dengan hadirya sosok ‘dia’.Sosok
dia yang pernah menghiasi nuansa hati ini,hari hari ku terasa indah akan
hadirnya.Ya Allah salahkah rasa ku ini?...
Pertanyaan
bodoh yang terlontar dari hati ini,kemana saja diri ini yang terlena akan cinta
fana yang tak suci,terbuai akan romantisme angan tentang dia,dan lalai hingga
terjerat dalam rindu kisah asmara.Dia adalah sosok orang yang telah membuat
hati ini merasa bergetar ketika bersamanya dan menatap ke dua bola matanya
seakan penuh cinta dan kasih untuk diri ini.
Rasa
yang terus tumbuh seiring berjalanya waktu membuat hati ini semakin lalai
,anganku selau berfikir tentang dia,perhatianku tersita olehnya,sungguh semua
tercurah pada dia..
Sungguh
bodoh diri ini yang tak mengiraukan seruanya-Nya hanya karena dia,aku pura pura
tak mendengar dan tak mengerti ketika Tuhanku menyerukan untuk tidak menjalin
kasih dalam ikatan nuansa dosa..Derai air mata kian menetes seperti derasnya
hujan dikala rindu ketika membaca dan memahami seruan kalam-Nya tentang sebuah
rasa yag seharusnya tak ada ...
“Katakanla
kepada wanita-wanita yang beriman :
“Hendaklah
mereka menundukan pandanganya dan memelihara kemaluanya”(QS.An-Nuur (24):31)
Ketika
Allah telah jelas memerintahkahkan kita untuk menundukan pandangan kepada yang
bukan mahram kita,dan ketika diri ini mengetahuinya
serasa mengabaikan hal itu..
Sungguh
hamba macam apa diri ini ,ketika hati ini tergores sayatan luka oleh yang
namanya cinta ,baru mengadu kepada Yang Kuasa,dimana akal dan fikiran ini Ya
Allah ketika Engkau telah jelas melarang kita untuk mendikati zina,kita yang
menyalakan kobaran api cinta ketika api cinta itu membakar pemilik hati yang
tidak tahu diri ini barulah diri ini mengadu dengan penuh derai air mata di
hadap-Mu.
Resah
dan gelisah itu penyebabnya adalah diri ini sendiri,ketika Allah tidak pernah
lelah mendengar keluh kesah hati ini yang jelas semua itu berasal dari
kebodohan diri ini.
“Dia
lah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang- orang
mukmin supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan yang telah
ada”.(Qs.Al Fath (48):4).
Pengundang
rasa sakinah adalah iman dan ketenangan hati,hubungan yang baik kepada Allah
SWT.Jangan lah kita pertaruhkan iman dan ketangan hati kita cuma karena sosok
‘dia’ yang belum halal.Ketika hati ini dilanda rasa gelisah dan resah jangan
pernah mencari sebab sebab dari luar,karena penyebabnya adalah diri kita sendiri
jangan pernah coba untuk mengawali kalau tak sanggup untuk mengakhiri...So
tetap pada satu motto untuk calon pengaran surgaku halalkan atau tinggalkan.Dan
saat hati ini resah sadari bahwa penyababnya adalah diri kita dan segara
perbaiki hubungan dengan Allah,dan segerahla tinggalkan cinta yang fana.
Salam
move on dari penulis....