Halaman

Minggu, 28 Mei 2017

move on#part 1

RESAHNYA HATI YANG TAK KUNJUNG HENTI DAN SULIT DIMENGERTI
Saat hati resah yang sulit dipahami apa penyebabnya...
Namun tersedar diri ini bahwa apa yang terjadi didunia ini pasti ada sebabnya daun jatuh dari pohonya pun ada sebabnya ,kerana terpaan angin yang membuatnya terjatuh,air bisa mendidih karena pengaruh tekanan dan suhu,bunglon bisa berubah warna karena ingin melindungi diri dari serangan musuh yang hendak memangsanya.Sama halnya dengan hati resah pasti ada penyebanya,namun realita yang terjadi pipi ini sering di basahi oleh tetesan air mata yang tak kunjung usai dan tak mengerti apa yang menyebkan air mata hadir dalam hidup ini....
Rintihan hati ini kian pasti ,rasa resah yang tak kunjung henti ...
Tuhan apa yang membuat hati ini kian resah dan tak berujung,apakah karena ‘dia’,dia siapa ?siapakah gerangan sosok dia ?hati ini telah mengenalnya cukup lama tentang dia,hingga rasa itu pun hadir bersama sang senja tiba di ufuk sana.Sebagai layaknya seorang wanita biasa pernah nyaman dengan hadirya sosok ‘dia’.Sosok dia yang pernah menghiasi nuansa hati ini,hari hari ku terasa indah akan hadirnya.Ya Allah salahkah rasa ku ini?...
Pertanyaan bodoh yang terlontar dari hati ini,kemana saja diri ini yang terlena akan cinta fana yang tak suci,terbuai akan romantisme angan tentang dia,dan lalai hingga terjerat dalam rindu kisah asmara.Dia adalah sosok orang yang telah membuat hati ini merasa bergetar ketika bersamanya dan menatap ke dua bola matanya seakan penuh cinta dan kasih untuk diri ini.
Rasa yang terus tumbuh seiring berjalanya waktu membuat hati ini semakin lalai ,anganku selau berfikir tentang dia,perhatianku tersita olehnya,sungguh semua tercurah pada dia..
Sungguh bodoh diri ini yang tak mengiraukan seruanya-Nya hanya karena dia,aku pura pura tak mendengar dan tak mengerti ketika Tuhanku menyerukan untuk tidak menjalin kasih dalam ikatan nuansa dosa..Derai air mata kian menetes seperti derasnya hujan dikala rindu ketika membaca dan memahami seruan kalam-Nya tentang sebuah rasa yag seharusnya tak ada ...
“Katakanla kepada wanita-wanita yang beriman :
“Hendaklah mereka menundukan pandanganya dan memelihara kemaluanya”(QS.An-Nuur (24):31)
Ketika Allah telah jelas memerintahkahkan kita untuk menundukan pandangan kepada yang bukan mahram kita,dan ketika diri ini  mengetahuinya serasa mengabaikan hal itu..
Sungguh hamba macam apa diri ini ,ketika hati ini tergores sayatan luka oleh yang namanya cinta ,baru mengadu kepada Yang Kuasa,dimana akal dan fikiran ini Ya Allah ketika Engkau telah jelas melarang kita untuk mendikati zina,kita yang menyalakan kobaran api cinta ketika api cinta itu membakar pemilik hati yang tidak tahu diri ini barulah diri ini mengadu dengan penuh derai air mata di hadap-Mu.
Resah dan gelisah itu penyebabnya adalah diri ini sendiri,ketika Allah tidak pernah lelah mendengar keluh kesah hati ini yang jelas semua itu berasal dari kebodohan diri ini.
“Dia lah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang- orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan yang telah ada”.(Qs.Al Fath (48):4).
Pengundang rasa sakinah adalah iman dan ketenangan hati,hubungan yang baik kepada Allah SWT.Jangan lah kita pertaruhkan iman dan ketangan hati kita cuma karena sosok ‘dia’ yang belum halal.Ketika hati ini dilanda rasa gelisah dan resah jangan pernah mencari sebab sebab dari luar,karena penyebabnya adalah diri kita sendiri jangan pernah coba untuk mengawali kalau tak sanggup untuk mengakhiri...So tetap pada satu motto untuk calon pengaran surgaku halalkan atau tinggalkan.Dan saat hati ini resah sadari bahwa penyababnya adalah diri kita dan segara perbaiki hubungan dengan Allah,dan segerahla tinggalkan cinta yang fana.

Salam move on dari penulis....

move on yukk

                                                 SETAPAK JALAN HIJRAH
“Ya Allah, hamba meminta permintaan terbaik, permohonan terbaik, keberhasilan terbaik, ilmu yang bermanfaat,amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan terbaik, kematian yang khusnul khatimah dan tetapkanlah hamba dalam semua kebikan itu ,beratkanlah timbangan kebaikan  hamba,Ya Allah berikan ridho-Mu atas hidup hamba ini,teguhkanlah iman dan Islam ku ampunilah segala dosa dan khilaf hamba,dan hamba mohon berikanlah surga buat hamba.”
Doa yang selalu ku ucapkan dalam pintaku ke pada Allah, sempat terlintas dibenaku salahkah aku meminta hal tersebut kepada Tuhanku,sedangkan aku hanya seorang hamba yang penuh salah dan khilaf sedangkan apa yang kupinta sunggguh tiada tara.
Padahal dalam hidup ini hamba masih sering lalai akan seruan-Mu Ya Rabb. Diri ini masih suka mengeluhkan kehidupan dunia yang melahkan ini. Kehidupan yang sering membuat terlena akan manisnya yang fana. Dunia yang membuat lupa bahwa akhirat itu nyata. Hamba terlampai sibuk dengan urusan dunia yang tak kunjung henti. Lantas apa yang membuat diri ini begitu berani memanjatkan doa yang begitu banyak kepada Allah,ketika dalam dunia  ketika kita menuntut hak maka kita harus menunaikan kewajiban kita. Aku tak menyadari bahwa ketika kita mununtut hak maka harus kita tunaikan kewajiban kita,aku baru tersadar ketika hati ini terasa sempit yang awalnya lapang, inspirasi seakan terpaku dalam satu titik fananan jenuh,diri ini yang kian resah penuh dengan derai air mata, langkah yang seakan kian sulit mungkin baru tersadar semakin banyak pinta yang kuharap,semakin terlupa diri ini kepada Sang Pencipta dan Sang Pemberi dari segala pinta .Namun sungguh Allah tak mengharap apa dari diri ini, karena Dia pemilik segalanya, pemberianku hanya bukti bahwa aku serius dan tahu malu atas pintaku.
Itulah yang membuat kepala ini menunduk hingga ingin tersujud dengan penuh derai air mata tersimpuh malu dihadap-Nya.Ya Allah betapa tidak tahu diri hamba ini,hamba terus meminta yang hamba ingat hanya dunia yang begitu penuh dengan fatamorgana saja,betapa sering hamba lalai akan hal hal yang pasti dan terus mengejar ketidakpastian,hamba tidak pernah berfikir ketika hari esok hamba telah kau panggil bekal apa yang telah hamba miliki,dan hal apa yang telah hamba ukir dalam lembaran kertas kehidupan ini ya Allah.Kertas putih yang terisi bercak tinta hitam dalam kehidupan nan kelam,itu lah ibarat hidup yang kulalui selama ini lebih mengutamkan urusan dunia dan lalai akan urusan akhirat yang itu adalah hal pasti yang terjadi dalam garis takdir-Mu.Hanya satu hal yang akan mengantarkanku menuju pintu surgamu Ya Allah yaitu hanya amal yang ku perbuat.
Ketika hati ini kian resah dan rassa gelisah terus melanda aku terus bertanya apa gerangan yang terjadi dengan hidupku.Ketika orang orang dilanda rasa cinta dan datang yang namanya rasa sayang terhadap dia maka mereka sering mengalami rasa resah dan gelisah,itukah penyebab resah yang ada dalam diri ini?.Sungguh tidak,belum ada sesosok yang sering disebut dengan "dia" yang membuat hati ini resah dan gelisah,lantas apa penyebab resah dalam hati ini Ya Allah.

Linang air mata terus menetes dari mata ini,kesedihan hati semakin menggelora bersamayam dan singgah paling dalam relung hati ini ,setelah ku fikir ini semua karena waktu terus berlalu namun amal yang kuperbuat tiada sebanding dengan lama waktu yang telah kulalui.Ya Allah berikan ketuguhan hati ini untuk menapaki jalan untuk menuju cahaya terang-Mu.

move on

Sepucuk surat untuk Tuhan
Tuhan izinkan akau mengadu kepada-Mu lewat sepucuk surat ini.Jika waktu terus berlalu ,detik berganti menit,menit terus berlalu dan hingga jam silih berganti dan hari terus kulalui dengan banyak kisah yang tergores dalam lembaran kelam yang tenggalam bersama sang kenangan.Tuhan hari silih berganti rasa yang ku alami kian datang dan pergi.Aku hanya sebatas hambamu yang tak luput dari khilaf dan dosa.Delapan belas tahun sudah waktu telah kulalui dengan banyak kisah kasih didalamnya.Aku hanyalah hamba yang penuh keluh kesah dan derai air mata.Aku terlahir ditengah keluarga yang sangat menyayangiku dengan sepenuh hati,sepenuh jiwa dan raga.Alhamduliah Ya Rabb kau telah berikan kasih sayang yang sempurna dalam hidup ini.
Sejak kecil aku selalu mendapatkan apa yang aku mau,ayah adalah sosok paling berarti dalam hidup ini ayah yang selalu ada ,ibu adalah sosok cerah dalam hidup ini.Eyang kakung adalah motivasi ku untuk aku selalu berusaha menjadi putri kecil dengan secuil kebaikan yang selalu diajarkan oleh eyang.Eyang adalah sosok panutan dan tokoh agama dalam lingkungan tempat dimana kita tinggal.Eyang yang selalu berusaha sepenuh jiwa dan raga untuk membuat kelurga bahagia.Eyang selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu membantu dan memperdulikan sesama,karena menurut eyang apabila kita meringankan beban orang lain insyallah Allah akan meringan beban kita.Dan hal itu yang aku terapkan dalam hidup ini.Aku hanya sesosok putri kecil yang ingin membuat orang orang disekelilingku bahagia karena hadirnya diriku.
Sejak duduk di bangku SD aku selalu berusaha untuk menjadi bintang kelas supaya my family bahagia,karena kebahagian keluraga adalah hal terindah yang selalu aku harapkan dalam hidup ini.Sejak kecil aku ingin sekali membuat keluarga bangga akan hadirnya diriku di tengah tengah mereka.Tuhan aku sayang mereka sayangi mereka seperti mereka menyayangi diriku.
Kelurgaku memberi ku nama kelita sebuah nama indah yang penuh makna dan sejuta doa,kelita adalah sesosok wanita cerdas dan berhati bak seorang malaikat tanpa sayap,karena dia mengabdikan hidupnya untuk menjadi seorang dokter relawan.Ketika aku terlahir di dunia ini beliau lah peerantara dari Tuhan untunk menolong supaya aku bisa melihat indahnya dunia ini.
Ketika aku mengetahui apa makna dan arti namaku semenjak saat itu juga aku ingin sekali menjadi seperti dokter kelita yang bisa membantu menyelamatkan nyawa orang lain,sungguh mulia menjadi seorang dokter.
Aku terus berusaha untuk mewujudkan mimpi besar itu,semenjak SD aku sudah menjadi dokter kecil hal tersebut sangat berarti dalam hidupku.Meskipun hanya hal hal kecil yang dapat kulakukan ketika menjadi seorang dokter kecil dan aku berharap dari hal kecil tersebut bisa memberikan sitik bercak putih dalam hidup orang lain.

Aku sangat yakin bahwa aku bisa mewujudkan mimpiku itu,keyakinan itu terus bertahan sampai sekarang hingga usiaku menginjak 19 tahun ini,tanpa ku sadari bahwa mimpi hanya tinggal mampi,mimpi menjadi seorang dr.Kelita Purwanti Sp.OG  harus ku kubur dalam dalam,menjadi seorang dokter ahli dalam kandungan yang  kebanyakan dokter kandungan itu adalah seorang laki laki aku ingin memberikan suasana baru,yaitu menjadi dokter kandungan wanita,tapi apalah daya ketika Tuhan membeerikan jalan lain,yang sejujurnya masih berat untuk menjalannkan takdir ini dan menerima kenyataan bahwa yang kita baik tak selamnya baikk buat kita,Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.Tuhan bila ini jalan terbaik yang Engkau berikan buat hamba,izinkan hamba buat menjadi wanita yang dapat memberikan maanfaat kepada orang orang yang menyayangiku.Tuhan aku tahu rencana-Mu sungguh indah untuk setiap hambamu.