Halaman

Minggu, 28 Mei 2017

move on

Sepucuk surat untuk Tuhan
Tuhan izinkan akau mengadu kepada-Mu lewat sepucuk surat ini.Jika waktu terus berlalu ,detik berganti menit,menit terus berlalu dan hingga jam silih berganti dan hari terus kulalui dengan banyak kisah yang tergores dalam lembaran kelam yang tenggalam bersama sang kenangan.Tuhan hari silih berganti rasa yang ku alami kian datang dan pergi.Aku hanya sebatas hambamu yang tak luput dari khilaf dan dosa.Delapan belas tahun sudah waktu telah kulalui dengan banyak kisah kasih didalamnya.Aku hanyalah hamba yang penuh keluh kesah dan derai air mata.Aku terlahir ditengah keluarga yang sangat menyayangiku dengan sepenuh hati,sepenuh jiwa dan raga.Alhamduliah Ya Rabb kau telah berikan kasih sayang yang sempurna dalam hidup ini.
Sejak kecil aku selalu mendapatkan apa yang aku mau,ayah adalah sosok paling berarti dalam hidup ini ayah yang selalu ada ,ibu adalah sosok cerah dalam hidup ini.Eyang kakung adalah motivasi ku untuk aku selalu berusaha menjadi putri kecil dengan secuil kebaikan yang selalu diajarkan oleh eyang.Eyang adalah sosok panutan dan tokoh agama dalam lingkungan tempat dimana kita tinggal.Eyang yang selalu berusaha sepenuh jiwa dan raga untuk membuat kelurga bahagia.Eyang selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu membantu dan memperdulikan sesama,karena menurut eyang apabila kita meringankan beban orang lain insyallah Allah akan meringan beban kita.Dan hal itu yang aku terapkan dalam hidup ini.Aku hanya sesosok putri kecil yang ingin membuat orang orang disekelilingku bahagia karena hadirnya diriku.
Sejak duduk di bangku SD aku selalu berusaha untuk menjadi bintang kelas supaya my family bahagia,karena kebahagian keluraga adalah hal terindah yang selalu aku harapkan dalam hidup ini.Sejak kecil aku ingin sekali membuat keluarga bangga akan hadirnya diriku di tengah tengah mereka.Tuhan aku sayang mereka sayangi mereka seperti mereka menyayangi diriku.
Kelurgaku memberi ku nama kelita sebuah nama indah yang penuh makna dan sejuta doa,kelita adalah sesosok wanita cerdas dan berhati bak seorang malaikat tanpa sayap,karena dia mengabdikan hidupnya untuk menjadi seorang dokter relawan.Ketika aku terlahir di dunia ini beliau lah peerantara dari Tuhan untunk menolong supaya aku bisa melihat indahnya dunia ini.
Ketika aku mengetahui apa makna dan arti namaku semenjak saat itu juga aku ingin sekali menjadi seperti dokter kelita yang bisa membantu menyelamatkan nyawa orang lain,sungguh mulia menjadi seorang dokter.
Aku terus berusaha untuk mewujudkan mimpi besar itu,semenjak SD aku sudah menjadi dokter kecil hal tersebut sangat berarti dalam hidupku.Meskipun hanya hal hal kecil yang dapat kulakukan ketika menjadi seorang dokter kecil dan aku berharap dari hal kecil tersebut bisa memberikan sitik bercak putih dalam hidup orang lain.

Aku sangat yakin bahwa aku bisa mewujudkan mimpiku itu,keyakinan itu terus bertahan sampai sekarang hingga usiaku menginjak 19 tahun ini,tanpa ku sadari bahwa mimpi hanya tinggal mampi,mimpi menjadi seorang dr.Kelita Purwanti Sp.OG  harus ku kubur dalam dalam,menjadi seorang dokter ahli dalam kandungan yang  kebanyakan dokter kandungan itu adalah seorang laki laki aku ingin memberikan suasana baru,yaitu menjadi dokter kandungan wanita,tapi apalah daya ketika Tuhan membeerikan jalan lain,yang sejujurnya masih berat untuk menjalannkan takdir ini dan menerima kenyataan bahwa yang kita baik tak selamnya baikk buat kita,Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.Tuhan bila ini jalan terbaik yang Engkau berikan buat hamba,izinkan hamba buat menjadi wanita yang dapat memberikan maanfaat kepada orang orang yang menyayangiku.Tuhan aku tahu rencana-Mu sungguh indah untuk setiap hambamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar