SETAPAK JALAN HIJRAH
“Ya
Allah, hamba meminta permintaan terbaik, permohonan terbaik, keberhasilan
terbaik, ilmu yang bermanfaat,amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan
terbaik, kematian yang khusnul khatimah dan tetapkanlah hamba dalam semua
kebikan itu ,beratkanlah timbangan kebaikan hamba,Ya Allah berikan ridho-Mu atas hidup
hamba ini,teguhkanlah iman dan Islam ku ampunilah segala dosa dan khilaf
hamba,dan hamba mohon berikanlah surga buat hamba.”
Doa
yang selalu ku ucapkan dalam pintaku ke pada Allah, sempat terlintas dibenaku
salahkah aku meminta hal tersebut kepada Tuhanku,sedangkan aku hanya seorang
hamba yang penuh salah dan khilaf sedangkan apa yang kupinta sunggguh tiada
tara.
Padahal
dalam hidup ini hamba masih sering lalai akan seruan-Mu Ya Rabb. Diri ini masih suka mengeluhkan kehidupan dunia yang melahkan ini. Kehidupan yang sering membuat terlena akan manisnya yang fana. Dunia yang membuat lupa bahwa akhirat itu nyata. Hamba terlampai sibuk dengan urusan dunia yang tak kunjung henti. Lantas apa yang membuat diri ini begitu berani
memanjatkan doa yang begitu banyak kepada Allah,ketika dalam dunia ketika kita menuntut hak maka kita harus
menunaikan kewajiban kita. Aku tak menyadari bahwa ketika kita mununtut hak maka
harus kita tunaikan kewajiban kita,aku baru tersadar ketika hati ini terasa
sempit yang awalnya lapang, inspirasi seakan terpaku dalam satu titik fananan
jenuh,diri ini yang kian resah penuh dengan derai air mata, langkah yang seakan
kian sulit mungkin baru tersadar semakin banyak pinta yang kuharap,semakin
terlupa diri ini kepada Sang Pencipta dan Sang Pemberi dari segala pinta .Namun
sungguh Allah tak mengharap apa dari diri ini, karena Dia pemilik segalanya, pemberianku hanya bukti bahwa aku serius dan tahu malu atas pintaku.
Itulah
yang membuat kepala ini menunduk hingga ingin tersujud dengan penuh derai air
mata tersimpuh malu dihadap-Nya.Ya Allah betapa tidak tahu diri hamba ini,hamba
terus meminta yang hamba ingat hanya dunia yang begitu penuh dengan fatamorgana
saja,betapa sering hamba lalai akan hal hal yang pasti dan terus mengejar
ketidakpastian,hamba tidak pernah berfikir ketika hari esok hamba telah kau
panggil bekal apa yang telah hamba miliki,dan hal apa yang telah hamba ukir
dalam lembaran kertas kehidupan ini ya Allah.Kertas putih yang terisi bercak
tinta hitam dalam kehidupan nan kelam,itu lah ibarat hidup yang kulalui selama
ini lebih mengutamkan urusan dunia dan lalai akan urusan akhirat yang itu
adalah hal pasti yang terjadi dalam garis takdir-Mu.Hanya satu hal yang akan
mengantarkanku menuju pintu surgamu Ya Allah yaitu hanya amal yang ku perbuat.
Ketika
hati ini kian resah dan rassa gelisah terus melanda aku terus bertanya apa
gerangan yang terjadi dengan hidupku.Ketika orang orang dilanda rasa cinta dan
datang yang namanya rasa sayang terhadap dia maka mereka sering mengalami rasa
resah dan gelisah,itukah penyebab resah yang ada dalam diri ini?.Sungguh
tidak,belum ada sesosok yang sering disebut dengan "dia" yang membuat hati ini resah dan
gelisah,lantas apa penyebab resah dalam hati ini Ya Allah.
Linang
air mata terus menetes dari mata ini,kesedihan hati semakin menggelora bersamayam
dan singgah paling dalam relung hati ini ,setelah ku fikir ini semua karena
waktu terus berlalu namun amal yang kuperbuat tiada sebanding dengan lama waktu
yang telah kulalui.Ya Allah berikan ketuguhan hati ini untuk menapaki jalan
untuk menuju cahaya terang-Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar