Halaman

Minggu, 28 Mei 2017

move on yukk

                                                 SETAPAK JALAN HIJRAH
“Ya Allah, hamba meminta permintaan terbaik, permohonan terbaik, keberhasilan terbaik, ilmu yang bermanfaat,amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan terbaik, kematian yang khusnul khatimah dan tetapkanlah hamba dalam semua kebikan itu ,beratkanlah timbangan kebaikan  hamba,Ya Allah berikan ridho-Mu atas hidup hamba ini,teguhkanlah iman dan Islam ku ampunilah segala dosa dan khilaf hamba,dan hamba mohon berikanlah surga buat hamba.”
Doa yang selalu ku ucapkan dalam pintaku ke pada Allah, sempat terlintas dibenaku salahkah aku meminta hal tersebut kepada Tuhanku,sedangkan aku hanya seorang hamba yang penuh salah dan khilaf sedangkan apa yang kupinta sunggguh tiada tara.
Padahal dalam hidup ini hamba masih sering lalai akan seruan-Mu Ya Rabb. Diri ini masih suka mengeluhkan kehidupan dunia yang melahkan ini. Kehidupan yang sering membuat terlena akan manisnya yang fana. Dunia yang membuat lupa bahwa akhirat itu nyata. Hamba terlampai sibuk dengan urusan dunia yang tak kunjung henti. Lantas apa yang membuat diri ini begitu berani memanjatkan doa yang begitu banyak kepada Allah,ketika dalam dunia  ketika kita menuntut hak maka kita harus menunaikan kewajiban kita. Aku tak menyadari bahwa ketika kita mununtut hak maka harus kita tunaikan kewajiban kita,aku baru tersadar ketika hati ini terasa sempit yang awalnya lapang, inspirasi seakan terpaku dalam satu titik fananan jenuh,diri ini yang kian resah penuh dengan derai air mata, langkah yang seakan kian sulit mungkin baru tersadar semakin banyak pinta yang kuharap,semakin terlupa diri ini kepada Sang Pencipta dan Sang Pemberi dari segala pinta .Namun sungguh Allah tak mengharap apa dari diri ini, karena Dia pemilik segalanya, pemberianku hanya bukti bahwa aku serius dan tahu malu atas pintaku.
Itulah yang membuat kepala ini menunduk hingga ingin tersujud dengan penuh derai air mata tersimpuh malu dihadap-Nya.Ya Allah betapa tidak tahu diri hamba ini,hamba terus meminta yang hamba ingat hanya dunia yang begitu penuh dengan fatamorgana saja,betapa sering hamba lalai akan hal hal yang pasti dan terus mengejar ketidakpastian,hamba tidak pernah berfikir ketika hari esok hamba telah kau panggil bekal apa yang telah hamba miliki,dan hal apa yang telah hamba ukir dalam lembaran kertas kehidupan ini ya Allah.Kertas putih yang terisi bercak tinta hitam dalam kehidupan nan kelam,itu lah ibarat hidup yang kulalui selama ini lebih mengutamkan urusan dunia dan lalai akan urusan akhirat yang itu adalah hal pasti yang terjadi dalam garis takdir-Mu.Hanya satu hal yang akan mengantarkanku menuju pintu surgamu Ya Allah yaitu hanya amal yang ku perbuat.
Ketika hati ini kian resah dan rassa gelisah terus melanda aku terus bertanya apa gerangan yang terjadi dengan hidupku.Ketika orang orang dilanda rasa cinta dan datang yang namanya rasa sayang terhadap dia maka mereka sering mengalami rasa resah dan gelisah,itukah penyebab resah yang ada dalam diri ini?.Sungguh tidak,belum ada sesosok yang sering disebut dengan "dia" yang membuat hati ini resah dan gelisah,lantas apa penyebab resah dalam hati ini Ya Allah.

Linang air mata terus menetes dari mata ini,kesedihan hati semakin menggelora bersamayam dan singgah paling dalam relung hati ini ,setelah ku fikir ini semua karena waktu terus berlalu namun amal yang kuperbuat tiada sebanding dengan lama waktu yang telah kulalui.Ya Allah berikan ketuguhan hati ini untuk menapaki jalan untuk menuju cahaya terang-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar